Kopdar Bobe ke X

Blogger Bengkulu (BoBe) sebentar lagi mau satu tahunan, lho! Whoaa rasanya baru kemarin pertama kali ada event di bulan puasa, eh tau-tau udah mau anniversary. Kalo ibarat anak bayi, BoBe ini udah mulai jalan kali, ya? Dan tentu lagi lucu-lucunya. Semoga bisa terus berkembang, anggotanya bertambah banyak, dan semakin bermanfaat khususnya buat Provinsi Bengkulunya sendiri. Mana atuh aamiin-nya? 😉

Btw, kemarin BoBe mengadakan Kopi Darat yang ke-X. Jadi memang Kopdar ini sudah menjadi agenda rutin Bobe setiap bulan, lebih tepatnya di minggu ke-4. Saya baru bisa ikut 2 kali (LOL. Abisnya kalo gak sayanya lagi balik ke Palembang, ada kerjaan, atau malah lagi di luar kota.) dan untungnya kemarin saya bisa hadir. Kemarin kita Kopdar di Disperindag Prov. Bengkulu. Tepatnya di Jl S Parman. Alias sebelah kantor saya! Terus kenapa, Ta? Ya gapapa juga sih hahaha. 😃😃😃

Alhamdulillah difasilitasi sama Bapak/Ibu dari Disperindag. FYI, di Kopdar sebelumnya, Bobe sudah bekerja sama dengan Media Center Bengkulu. Makanya sekarang mulai dilirik sama beberapa dinas untuk membantu mempromosikan Wisata Bengkulu dari berbagai sisi. Untuk yang paling terkini, ada Konferensi Kopi Dunia di Bengkulu. Doain semua lancar biar eventnya nanti bisa terlaksana dengan baik ya! Oiya, selain beberapa orang dari Disperindag, juga hadir Pengusaha-Pengusaha Kopi dari berbagai Kabupaten di Bengkulu. Ada yang dari kota Bengkulu, Bengkulu Utara, bahkan ada yang dari Kepahiang.

Saya memang bukan pecinta kopi, tapi mendengar paparan dari berbagai pengusaha kopi tentang usahanya, lalu tentang kopi itu sendiri, bikin saya super excited! Ternyata kopi dari Bengkulu sudah melanglang buana dan sudah banyak demand dari mana-mana, hanya saja petani belum sanggup untuk menyuplai sesuai permintaan pasar. Menjaga mutunya, itu lho yang menjadi PR bersama, kalo saya mengutip kata-kata dari salah satu pengusaha kopi.

Puas membahas kopi, kopdar sore itu ditutup dengan materi perihal vlog dari Mas Kuma. Ihiyyy~ akhirnya saya tau gimana bikin video kece, ilmunya bermanfaat banget, siapa tau bisa ikut lomba video kan ya? Karena sekarang kalo ditambah dengan video, rasanya tulisan kita sudah paket komplit!

Continue Reading

Belajar dari Cerita Echa

“Ngerasa paling imut? Jangan berani mengaku begitu kalau belum ketemu Ibu satu ini.” *langsung japri no rekening ke Mba Echa *ehgimana

Seusai dengan tagline blognya, Icha Imut Tenan. Pun didukung dengan alamat situsnya yang senada, kalo gak percaya boleh langsung main ke sana, lho. Pertama kali mampir ke blognya, saya langsung minder takjub, banyak banget awardnya Gustiiiiii, mulai dari tahun 2010 sampe yang terbaru juara 1 lomba blog dari salah satu perusahaan elektronik terbesar di seantero negeri (eaaa) di tahun 2016! Ketje banget gak tuh? Kuartal I aja belom lewat Mba.

Kamu pengin juga? Tenang, Mba Echa udah berbagi tips buat menangin lomba di blognya, kok. Kata Mba Echa, selain harus kreatif, ekspresif, dan orisinil, jangan lupa sadar untuk mengetahui kemampuan kita. Lomba emang banyak sih, tapi gak semua harus diikutin kan? Alias gak boleh ngoyo. Pun gak boleh baper kalo kalah, walaupun gak dapet hadiah, setidaknya ikut lomba sudah punya andil untuk mengasah kemampuan kita. Semakin sering nulis, biasanya kan tulisan kita akan semakin terarah. Dan makin besar pula kemungkinan kita untuk menang lomba. Last but not least, jangan lupa berdoa biar makin sholehah.

Baca ulasan lengkapnya: Tips Menang Lomba Ala Echa

Kembali lagi ke blognya Mba Echa, dari 7 kategori yang ada di blognya, selain kategori Baby & Parenting (gaya banget masih bocah bacaannya udah ginian banget ya? Aku kan anaknya visioner, Sist.) dan Kecantikan, saya paling suka dengan kategori DIY alias Do It Yourself. Kenapa? Karena ada resep-resep dong tentunya. Ketebak banget ya saya mah? Hahaha. *anaknya open book, Pemirsa.

Sebagai social media enthusiast, Mba Echa ini cukup aktif di dunia maya, bisa disimpulkan dari berbagai media sosial yang dimilikinya, Instagram? Twitter? Semuanya aktif. Hebat gak? Pasti ada yang nanya, kira-kira gimana cara bagi kuota waktunya, ya? Ternyata gak setiap saat lho Mba Echa pegang handphone buat main medsos, yaiyalah, siapa juga yang main medsos mulu, Ta? 😐 Kata Mba Echa, main medsosnya cuma pas sore-sore santai aja, nah untuk blog biasanya malem, setelah anaknya tidur. Di situlah Mba Echa punya banyak waktu untuk menyelesaikan tulisan-tulisannya, setelah ‘tugas domestik’nya selesai dikerjakan.

“Jangan lupa hal utama, Keluarga. Masa ng-eksis tapi keluarga dibiarin?”

Hayolooo! Yang di pojokan? Ngerasa jleb? Aku gak tanggung jawab ya. 😛

Continue Reading