Daily Life

    Accept what you can’t change

    Jumat lalu, di morning briefing, temenku kebagian sharing. Beliau bahas keluarga, yang jauh dan sulit bertemu karena pandemi yang tak berkesudahan ini. Dia di Jakarta, keluarga intinya di Medan to be exact. Anaknya yang masih bayi, belum pernah bertemu langsung dengan Papanya sampai sekarang. Mendadak orang-orang satu divisi menitikan air mata, tumpah ruah. :_)

    Aku, dengan hati jelly, tentu sudah langsung ambyar di tempat. Kangen yang membuncah sama Papa dan semua orang di rumah Palembang sungguh ga terbendung. Memang, beberapa kali aku sempet ke Bandung, yes, I take the risk, karena ga tau gimana jadinya aku sekarang kalo harus melewatkan hari-hari di kos aja tanpa ketemu keluarga. Ketemu Ayuk, Kakak, dan jalan cari ijo royo-royo (even cuma ke sawah belakang rumah) bisa nge-charge sanity levelku. Cuma memang belum boleh (dan aku pun mikir seribu kali) kalo harus maksa balik ke Palembang. Ke Bandung pun ga pake kendaraan umum.

    Continue Reading
  • Staying Alive, Staying Sane

    Tulisan terakhir nyaris 5 bulan lalu, pantes uring-uringan. Nulis terus sih, crunching words (literally) every-single-day, tapi bukan buat diri sendiri….

    Daily Life
    January 5, 2020