Sehari di Kepahiang

Emang di Kepahiang ada apa aja, Ta? Bisa ke mana aja? Liat apa? Beneran sehari cukup?

Kepahiang adalah salah satu Kabupaten yang ada di Bengkulu yang letaknya di dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan. Kalo kamu pernah ke Puncak, Jawa Barat, nah daerahnya mirip dengan kawasan itu. Jadi kalo kamu tinggal di Bengkulu ga perlu jauh-jauh ke Jawa dulu untuk melihat kawasan ijo royo-royo yang sungguh indah ini.

Kemarin saya, Kak Nanim, Atasan baru saya, serta satu teman kantor lainnya mencoba mengeksplor wisata di Kepahiang. Pukul 09.00 pagi kami berangkat menuju Kepahiang, sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan yang mashaa Allah indahnya.. hijau di mana-mana, sejuk.. Untuk yang mabuk darat, saya gak menyarankan perjalanan ini karena jalannya cukup berliku. Secara naik gunung kan, ya. Kalo pun tetap ingin ke sana, jangan lupa untuk membawa obat anti mabuk ya.. 😀


Kebun Teh Kabawetan

Sekitar pukul 11.30 kami sampai di Kepahiang, (seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 1,5-2 jam saja, tapi kami agak lama karena perjalanan super santai dan kami harus menjemput temen yang lain), langsung menuju ke Kebun Teh Kabawetan. Gak lupa membeli bekal untuk makan siang di Kebun Teh. 🙂 Karena udaranya sejuk, jadi kami mematikan AC dan memutuskan untuk menikmati udara pegunungan yang masih alami tanpa polusi. Wiiii~ semriwing. AC mah kalah!

1489211503368
Love the greeneries!

Mata saya seolah dimanjakan dengan pemandangan yang superrrrrr indah. *coba dihitung berapa kali saya bilang indah, saking beneran indahnya* namapun berhari-hari berkutat dengan pcreport-dan urusan kerjaan lainnya, penyegaran seperti ini bikin ngerasa bahagiaaaa sekali hihi.

1489211492493

1489211480365
Betapa kecilnya kita dibanding ciptaan Allah lainnya..

Ga terasa kami berjalan cukup jauh, setelah ngobrol sebentar dengan beberapa petani teh, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Ternyata ngos-ngosan juga. Ketauan ga pernah olahraga ^^’ BTW ga ada biaya retribusi yang dipungut saat di kebun teh. Semua graaaatisssss! *craaaaai* *makasih ya Allah*

Air Terjun Sengkuang

Dari kebun teh, perjalanan kami lanjutkan dengan naik lagi ke atas, kebun teh berganti dengan kebun kopi sampai kami menemukan papan tanda masuk ke Air Terjun Sengkuang. Selayaknya air terjun lain, tentunya harus berjalan dulu beberapa ratus meter untuk mencapainya. Untung sudah difasilitasi oleh pemerintah setempat dengan fasilitas tangga. Jadi perjalanan terasa mudah.

2017_0203_01133300

Mashaa Allah.. another breathtaking view. Air terjunnya bersih dan jernih. Cukup terawat. Juga terdapat ruang ganti, pondok-pondokan, serta tempat sampah. Salut sama pemerintahnya. Bekal yang tadinya mau dimakan saat di kebun teh akhirnya kami makan di sini. Karena lelah, makan apapun jadi nikmat yaa. *slurppp. Btw, untuk retribusi lagi-lagi gratis dan cuma bayar parkir aja. Yay!

2017_0203_01150700
Karena ga bawa baju ganti, jadi cukup menikmati dari jauh aja 😛

Setelah puas menikmati air terjun, kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Curup (sekitar 1 jam perjalanan), untuk ke kebun stroberi dan taman bunga. Setelah sampai di tempat tujuan, kami batalkan karena sesuatu dan lain hal. Dan memutuskan untuk langsung pulang ke Bengkulu. Pulang banget nih? Ga ada tempat lain yang mau dikunjungi lagi? Yakin?

Sunset di Liku 9 Kepahiang-Benteng

Perjalanan pulang dimulai pukul 4 sore diiringi hujan rintik-rintik, mata saya mulai berat pengen tidur! Hahaha penyakit. Kalo road trip memang saya sering tidur, beda ketika dulu masih kecil, pasti melek mulu segala ditanya sama Papap. Jadi saya memutuskan untuk tidur, sampai teman saya bangunin karena ….. sunset! Kami tepat berada di puncak jalan lintas Kepahiang – Bengkulu Tengah saat sunset, padahal ga niat lho, tapi dikasih surprise gini siapa yang ga takjub. Kami memutuskan untuk menikmati sunset di salah satu Warmindo (Warung Makan Indomie) yang letaknya di sebelah kanan jalan.

2017_0203_06282600

2017_0203_06281200
Keliatan ga perubahan warnanya? Cantiiiiiiikkkk.

Kami melihat dari matahari penuh sampai tenggelam, menghilang ditelan awan. Saking takjubnya sampai lupa mengabadikan. Setelah gelap, perjalanan dilanjutkan kembali dan kami sampai di Bengkulu pukul 7 malam. Ditutup dengan makan Pempek dan Es Kacang Merah serta rasa bahagia.. 🙂 *tetep makannya Pempek haha

Cukup, satu kata untuk menjawab pertanyaan di pembuka tulisan ini. Satu hari sudah bisa melihat kebun teh super cantik, merasakan segarnya air terjun, dan menikmati matahari terbenam. Paket komplit dan murah meriah. 😀

Jadi kapan dong kita bisa jalan-jalan bareng?

You may also like

20 Comments

  1. Indah dan luas banget Mbak kebun tehnya. Cocok buat syuting film, hihi. Bengkulu ternyata kaya banget akan kebun teh ya Mbak. Saya membayangkan mengingat Sumatera itu luas banget dibandingkan Jawa jadi kebun teh di sana juga beribu-ribu kali luasnya, dan itu benar. Itu kebun teh masih baru atau sudah ada sejak zaman dulu, Mbak?
    Air terjunnya juga keren dan masih jernih dan bersih ya. Pas banget Mbak, ke sananya masih sepi jadi foto-fotonya nggak bocor, hihi. Kata sebuah postingan blog air terjun cepat booming-nya, kalau sudah terkenal biasanya jadi ramai banget dan objek wisatanya jadi banyak sampah, hehe.

    1. Rencananya mau bikin video klip ala ala 😛 Ga cuma kebun teh lho, Mas Gara, setelahnya juga ada kebun kopi yang ga kalah luasnya, aku sampe merinding kalo inget bagusnya. Udah dari jaman dulu ini kebunnya..

      Sebenernya ada yang bocor fotonya, abis mba-mba pengunjung lainnya ga mau gantian, tapi yaudahlahya ambil dari sisi lain aja. 🙂 itu dia ini masih bersih bangeeeet jangan sampe deh dikotori sama pengunjung yang ga tanggung jawab.

What do you think?