Melihat Rafflesia Arnoldii di Bengkulu

Whoaaa! Akhirnya setelah 2 tahun tinggal di Bengkulu, saya bisa melihat Rafflesia Arnoldi. Bahagia! :’))) Sudah sejak awal tugas di sini saya pengin banget liat secara nyata tapi Rafflesia ini kan ga tumbuh setiap hari ya. Berbunga-nya setahun sekali, di tempat yang ga terduga, pun cuma bertahan paling lama seminggu. Perjuangan banget kan? Manalah berbunganya di hutan.

Rafflesia Arnoldii
Rafflesia Arnoldii yang mekar sempurna!

Sekilas info berdasar ingatan saya tentang pelajaran IPS di SD dulu, Rafflesia Arnoldii ini pertama kali ditemukan di Hutan Hujan Tropis tepatnya di Sungai Manna, Bengkulu Selatan. Orang yang pertama kali menemukannya adalah Dr Joseph Arnold. Doi saat itu sedang melakukan ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles. Itulah makanya Bunga yang super guwede ini dinamakan Rafflesia Arnoldi. Rafflesia diambil dari nama si Pemimpin Ekspedisi, sedangkan Arnoldii dari nama penemu bunganya. Bunga Rafflesia Arnoldii merupakan endemik di Sumatera dan juga adalah bunga terbesar serta terberat di dunia.

Minggu lalu atasan saya bareng sama adiknya sempet liat bunga ini mekar di daerah Hutan Lindung Jl Benteng – Kepahiang. Tepat di atasnya ada 1 tunas yang diprediksi akan mekar seminggu lagi (kamis kemarin.red). Karena selama ini gak pernah kesampean untuk lihat Rafflesia mekar, -kalo gak kitanya gak bisa, pasti mekar di weekday. Ya masa kudu izin, Sist? 😐 -jadi tanpa pikir panjang, saya dan geng memutuskan untuk langsung ke hutan lindungnya. Mumpung libur Hari Pancasila ye kan? Sekalian ngabuburit. 😀

Rafflesia Arnoldii Layu
Rafflesia Arnoldii yang sudah layu

Dari Bengkulu kita berangkat sekitar jam 9.30, sampe di Hutan Lindungnya jam 11-an. Kenapa lama? Karena kita emang super selooo, plus pake acara mampir-mampir dulu. Patokannya, di setiap tempat Rafflesia-nya mekar, pasti akan ada banner atau papan pemberitahuan gitu. Jadi kita harus awas melihat tanda-tanda ini. Karena atasan saya sudah ke sini sebelumnya, jadi doi langsung tau tempatnya. Kita langsung masuk ke hutan, jalanannya turun, dan untung sudah dipermudah sama warga sekitar dengan dibuatkan tangga. Kebayang kalo ngga, pasti licin banget, manalah malamnya habis hujan. Kak N bahkan kepeleset dong. ^^’ Jadi harus ekstra hati-hati.

Dan YASSSSSS setelah berjalan selama 5 menit ke dalam hutan, ternyata bunga Rafflesia Arnoldii yang baru menjadi tunas minggu lalu, kemarin sudah berkembang dengan sempurna. Mashaa Allah cantik banget! Selama ini kan Rafflesia Arnoldii cuma bisa saya lihat di ensiklopedia, buku pelajaran jaman sekolah, atau liat versi lego-nya di Flower Dome, sekarang saya bisa liat secara langsung, terpampang nyata di depan mata. Dengan backsound suara siamang bersahut-sahutan. Hihi. Antara seneng dan takut. Gimana kalo dikejer coba :’))))

Rafflesia Arnoldii Bengkulu

Cantik kan? Bunganya cuma boleh dilihat ya, jangan dipegang apalagi dipetik. Yakali metik bunga Rafflesia? Lebarnya up to 1 meter dengan berat bisa sampe 15 kg. Hihi. Waktu saya post foto bunganya dan cerita ke temen-temen saya, semua pada nanya, apakah bunga Rafflesia Arnoldii ini bau bangkai? Jawabannya, ga sama sekali. Emang ga wangi sih, tapi juga ga bau kok. Btw, selain di Hutan Lindung Jl Lintas Benteng – Kepahiang, Rafflesia Arnoldii ini juga sering mekar di daerah Bengkulu Utara, tepatnya di dekat Air Terjun Tangga Seribu, Kemumu. Semoga kalian juga bisa pada lihat ya! 😉

You may also like

21 Comments

  1. Iyah itu ternyata bunganya ga bau ya 😀 Btw blogmu di dashboard aku kok ndak bisa komen toh Ta, aku cuma bisa kasih like doang 🙁 Harus buka dari browser dulu baru bisa kasih komen :p

  2. Wah.. Bunganya cantik ternyata.. Anak sy brp kali nanya tentanh bunga bangkai ini.. Eh tyt ga bau bangkai y.. Hihi

    1. iya soalnya ini bukan bunga bangkai Mba, kalo bunga bangkai yang satunya lagi, ga lebar tapi panjang ke atas 🙂

  3. 3 tahun tinggal di Bengkulu nggak pernah lihat Rafflesia,
    dan tahun lalu datang ke sana lagi nggak ada yang mekar juga.
    I envy you Ata, he.. he..

What do you think?